RELATIONSHIP SELLING

KUNCI

Anda terlibat dalam banyak aspek selling setiap harinya. Disadari atau tidak, selling memainkan peran kunci dalam kesuksesan pribadi dan profesional Anda. Relationship yang Anda jalin memungkinkan terjadinya pertukaran ide, perspektif, informasi, dan jaringan. Relationship selling ini terbangun melalui sebuah proses yang berkesinambungan dan tanpa henti, tidak bisa terjadi dalam satu malam atau seketika.

ENAM PRINSIP

Saat membahas relationship selling, Anda perlu mengevaluasi kembali sales approach yang Anda lakukan dengan me-review 6 prinsip relationship.

  1. Pahami Mereka. Ketika seseorang bertanya, “Ceritakan kepada kami tentang diri Anda,” mereka sebenarnya ingin tahu lebih banyak tentang diri Anda dalam konteks yang lebih pribadi sehingga mereka bisa memastikan apakah mereka bisa mempercayai dan membangun relasi dengan Anda. Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus menjelaskan tujuan atau target pribadi, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip yang Anda miliki. Anda harus tahu bagaimana membangun koneksi yang positif dengan orang lain melalui pengutaraan hal-hal tersebut. Anda mungkin perlu menyediakan waktu untuk melakukan refleksi diri guna menyusun tujuan yang jelas tentang apa yang ingin Anda wujudkan.

Pemahaman yang jelas dan rasa percaya diri yang kuat tentang siapa diri Anda, kebutuhan dan tujuan pribadi Anda akan menciptakan kesan pertama yang positif.

  1. Mencari Kontak Baru secara Proaktif. Bangun sebuah rencana tindakan. Identifikasi siapa yang ingin Anda temui secara pribadi, dimana, dan bagaimana Anda akan menindaklanjutinya. Pertemuan tatap muka (langsung, face-to-face) memiliki selling point sekitar 65% lebih efektif dibandingkan pembicaraan via telepon atau media lain yang lebih melibatkan fungsi pendengaran. Mulailah dengan orang-orang yang Anda kenal, sukai, dan percayai. Jaringan pertemanan (networking) yang Anda miliki dianggap ‘bekerja’ apabila bisa menghubungkan Anda dengan orang-orang baru. Jika Anda berada di daerah baru, mulailah bergabung dalam kelompok atau komunitas yang ada di daerah tersebut. Bertemu dengan para anggota kelompok dan mintalah bantuan mereka untuk mengenalkan Anda dengan orang-orang baru. Perbanyak aktifitas dan kembangkan daftar kontak Anda setiap bulannya.
  2. Relasi yang Matang. Relasi membutuhkan kematangan. Anda perlu memperkenalkan atau meyakinkan setidaknya lima koneksi sebelum mereka pada akhirnya akan mempertimbangkan produk atau jasa Anda. Sekitar 80% dari seluruh penjualan yang closed dihasilkan setelah koneksi kelima. Sekitar 10% nilai produk atau jasa Anda akan terhapus dari pikiran konsumen setiap bulannya begitu Anda gagal melakukan upaya follow-up. Relasi yang kuat meningkat sejalan dengan upaya langsung Anda dalam melakukan sharing kepada konsumen dan juga mendengarkan apa yang ingin disampaikan konsumen. Apakah Anda benar-benar mau memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen? Apakah Anda mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Anda? Sikap yang matang menjadi peneguh dari suatu networking yang efektif.
  3. Antusiasme. Sikap antusias membedakan sales performers yang ‘top’ dari yang hanya sekedar ‘baik’. Diri Anda adalah representasi terbaik dari produk atau jasa yang Anda tawarkan. Berbicaralah dengan sikap yang positif, percaya diri yang menonjol, dan tunjukkan antusiasme tentang kehidupan pekerjaan dan pribadi Anda.
  4. Selalu Siap Menjadi Pembelajar tentang Banyak Hal. Pengetahuan yang Anda miliki tentang berbagai isu dan trend membuat Anda semakin terlihat menarik. Orang-orang yang Anda datangi akan lebih mudah menerima Anda apabila Anda tampak cepat belajar dan berwawasan luas. Sediakan waktu untuk membaca dan mengembangkan wawasan.
  5. Membentuk Kesan Akhir yang Impresif. Body language (bahasa tubuh), tampilan diri, dan pemilihan baju menjadi elemen penting yang harus dimainkan untuk membentuk kesan akhir yang impresif. Kita sering mendengar, “Bukan apa yang Anda ketahui, tetapi apa yang diingat atau diketahui orang dari Anda.” Penting sekali menampilkan kelebihan Anda. Kesan pertama seringkali bisa menjadi kesan akhir. Jadi, perhatikan benar-benar penampilan Anda. Jadilah menyenangkan dan ramah. Anda menjadi elemen utama yang menentukan strategi kesuksesan Anda. Orang akan membeli produk atau jasa Anda karena mereka yakin, percaya, merasa terikat dengan Anda. Konsistensi mampu membangun kepercayaan. Kepercayaan berperan penting dalam membangun relationship. Relasi yang kuat menjadi faktor pembentuk kesuksesan.

Begitu menguasai seni relationship selling, kita akan menjadi lebih sukses di kehidupan kerja dan pribadi.

Consistency builds trust; trust builds relationships; and relationships create success.

Begitu menguasai seni relationship selling, kita akan menjadi lebih sukses di kehidupan kerja dan pribadi.

Artikel/Relationship Selling/PDv/ vanda7.vr@gmail.com/0815