FROM SETBACK TO COMEBACK

KUNCI

Suatu kemunduran dan kegagalan tidak berarti akhir dari suatu perjalanan. Dengan melihat kemunduran dan kegagalan bisnis sebagai kesempatan (peluang) untuk semakin ‘tumbuh’ ke depan, maka setiap tantangan bisnis akan menghasilkan outcome yang positif, serta setiap kemunduran dan kegagalan akan dilihat sebagai suatu rencana untuk ‘kembali’ dan lebih sukses.

Setiap pelaku usaha yang sukses pernah mengalami ‘kemunduran’ dan ‘kegagalan’ dalam bisnisnya. Namun mereka menyadari bahwa kondisi tersebut bukan berarti akhir dari perjalanan bisnisnya. Mereka yang menyadari bahwa kemunduran dan kegagalan adalah bagian kecil dari proses bisnis biasanya menunjukkan sikap ulet dan berjuang. Sebaliknya, mereka yang terpengaruh sekali (tertekan) dengan kemunduran dan kegagalan perlahan-lahan akan merasa putus asa dan menyerah. Faktanya, kemunduran dan kegagalan kadangkala dibutuhkan dan bisa menjadi kesempatan (peluang) bagi kita untuk bergerak maju beberapa langkah ke depan. Kemunduran dan kegagalan mempunyai daya dorong agar kita bisa mencapai tingatan (level) yang lebih tinggi dalam kesuksesan bisnis kita di masa depan.

EMPAT TAHAPAN

Tidak perduli hambatan apa yang sedang mengganggu bisnis Anda, ikuti empat tahapan berikut yang dapat membantu Anda bertahan dan membalikkan situasi kemunduran dan kegagalan apapun dalam bisnis.

1. Fokus pada visi Anda 

Arah fokus energi Anda menentukan kemana arah langkah Anda. Jika Anda fokus pada kemunduran dan tantangan yang Anda hadapi, maka bisnis Anda tidak akan bergerak maju. Sebaliknya, jika Anda lebih fokus pada visi tentang mau menjadi seperti apa bisnis Anda, maka Anda bisa menggunakan momen kemunduran dan kegagalan ini sebagai periode ‘transisi’.

Anda perlu melihat hambatan yang pernah Anda hadapi di masa lalu dan kemudian merencanakan strategi ke depan. Tanyakan pada diri Anda, “Apa gambaran besar yang saya miliki tentang bisnis saya?” “Cara berbeda apa yang akan saya ambil untuk mencegah terjadinya kemunduran dan kegagalan yang sama?” Apa tujuan (penjualan, pengembangan produk, mempertahankan pelanggan, dan sebagainya) yang saya inginkan bisa dicapai oleh bisnis saya dalam 3, 6, dan 12 bulan ke depan?” “Apa yang bisa saya pelajari dari kemunduran dan kegagalan ini?” Gunakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk mengarahkan Anda pada fokus bisnis Anda yang baru.

2. Buatlah keputusan

Baik kesuksesan maupun kegagalan adalah bentuk keputusan yang kita ambil. Bila visi telah ditetapkan, Anda harus memutuskan untuk menang dari kemunduran dan kegagalan yang Anda alami. Pelaku bisnis yang sukses memilih (memutuskan) untuk sukses. Mereka paham bahwa keputusan dan pilihan adalah bagian yang terintegrasi atau tidak bisa dilepaskan dari formula kesuksesan. Tidak perduli kemunduran dan kegagalan apa yang mereka hadapi, mereka memutuskan untuk mengatasi dan memenangkannya. Nasihat yang negatif atau orang-orang di sekitar yang berpikiran sempit tidak akan membantu Anda keluar dari permasalahan. Anda membutuhkan saran yang positif dan orang-orang yang akan membantu Anda membagikan (menyebarkan) visi Anda. Buatlah tujuan baru yang cukup besar. Hanya karena Anda mengalami kemunduran dan kegagalan, tidak berarti Anda harus memulai segala sesuatunya lagi dari nol atau mulai dari hal yang kecil. Cobalah melihat dari gambaran besar terlebih dahulu, dan putuskan apa yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan baru yang telah Anda tetapkan.

3. Ambillah action (tindakan)

Suatu keputusan tanpa diikuti action (tindakan) hanya akan menjadi ilusi, dan suatu action (tindakan) tanpa didasari visi yang jelas akan menjadi kebingungan semata. Visi dan tindakan yang jelas dapat merubah dunia. Bila Anda telah memutuskan faktor-faktor yang bisa membuat visi baru bisnis Anda menjadi nyata, maka Anda harus mengambil action (tindakan) tahap demi tahap. Bila Anda telah memutuskan untuk bertanggung jawab atas action (tindakan) yang Anda ambil, Anda harus siap bergerak maju dan mencapai tujuan Anda di depan. Ingatlah, mungkin Anda tidak bertanggung jawab atas kemunduran dan kegagalan yang terjadi, namun Anda harus bertanggung jawab untuk bangkit kembali. Hal inilah yang bisa membuat Anda bisa mencapai tujuan Anda.

4. Jagalah passion (semangat)

Semangat dan keinginan menunjukkan tingkatan energi yang akan Anda kerahkan untuk mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan. Bagaimana Anda sangat menginginkan bisnis Anda tetap bertahan dan apa yang akan Anda lakukan untuk mengupayakan hal itu? Banyak pelaku bisnis yang cepat dalam mengambil action (tindakan), namun pada akhirnya menyerah karena semangat dan keinginannya gampang pudar (tidak ajeg). Mungkin disebabkan munculnya ide-ide baru dan kehilangan fokus, atau karena mereka menghadapi kemunduran dan kegagalan lainnya yang membuat mereka semakin putus asa. Untuk mencapai tujuan baru bisnis yang telah ditetapkan, Anda harus memiliki semangat yang melandasi setiap action (tindakan) yang Anda lakukan, meskipun harus menghadapi resiko-resiko tertentu di perjalanan Anda. Mungkin Anda akan mengalami ‘tekanan’, terutama setelah menghadapi kemunduran dan kegagalan, namun bisa jadi hal ini memang penting dialami untuk mendorong Anda lebih keras dalam mencapai tujuan baru Anda.

Suatu kemunduran dan kegagalan tidak berarti akhir dari suatu perjalanan. Namun banyak orang gagal membalikkan keadaan karena mereka terpengaruh (tertekan) dan menyerah saat mengalami kondisi ini. Dengan melihat kemunduran dan kegagalan bisnis sebagai kesempatan (peluang) untuk semakin ‘tumbuh’ ke depan, maka setiap tantangan bisnis akan menghasilkan outcome yang positif, serta setiap kemunduran dan kegagalan akan dilihat sebagai suatu rencana untuk ‘kembali’ dan lebih sukses.

Action. Lihatlah kemunduran dan kegagalan sebagai sinyal kebutuhan untuk melakukan pertumbuhan ke depan.

Artikel/From Setback to Comebacks/PDv/ vanda7.vr@gmail.com/0815