THE POWER OF BRAND

 

Esensi dari proses marketing adalah membangun brand dalam pikiran konsumen. Konsumen bahkan lebih mementingkan nama brand-nya dibandingkan nama produk atau perusahaan yang membuatnya.Proses marketing bisa dikatakan telah menjadi brand, dan kuat tidaknya suatu brand bergantung pada kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku membeli konsumen.

Di kebanyakan perusahaan, proses marketing dilakukan oleh beberapa fungsi departemen : advertising, product design and development, consumer research, sales promotion, dan public relations.

Koordinasi dan integrasi departemen-departemen ini menjadi aktifitas penting yang harus diperhatikan. Bila marketing benar-benar diposisikan sebagai kekuatan penggerak suatu organisasi, maka proses marketing harus bisa disederhanakan dan menjadi fokus utama. Perusahaan seharusnya menunjukkan fokusnya agar lebih menghasilkan keuntungan dan kuat secara brand maupun image (citra). Apa yang menjadi tujuan paling penting dari suatu proses marketing? Saya percaya itu adalah proses branding.

Marketing adalah proses membangun suatu brand dalam pikiran prospek. Bila Anda dapat membangun brand secara kuat, maka program marketing yang Anda lakukan juga akan memberikan dampak yang signifikan. Bila Anda tidak bisa melakukan hal itu, maka semua bentuk iklan, kemasan yang menarik, promosi penjualan, dan komunikasi publik yang Anda lakukan tidak akan membantu mencapai tujuan Anda. Marketing adalah suatu proses branding.

Marketing adalah apa yang dilakukan oleh suatu perusahaan di dalam bisnis. Marketing menjadi tujuan perusahaan yang tidak bisa diganggu gugat. Itulah sebabnya setiap orang di dalam perusahaan harus menunjukkan atensinya dan terlibat dalam proses marketing maupun implementasi prinsip-prinsip branding.

Dewasa ini, kebanyakan produk dan jasa ‘dijual’, bukan ‘terjual’. Branding memiliki impact yang kuat untuk memfasilitasi penjualan melalui proses ‘pre-selling’ produk atau jasa. Branding merupakan cara yang lebih efisien untuk menjual.

Ungkapan lama yang mengatakan ‘Tak ada yang terjadi hingga seseorang menjual sesuatu’ telah digantikan oleh ungkapan ‘Tak ada yang terjadi hingga seseorang bisa mem-branding sesuatu’. Banyak usaha penjualan mulai dipikirkan ulang karena perilaku customer yang berubah. Customer mengambil dan memilih produk atau jasa dari berbagai macam alternatif brand. Lalu dimana letak upaya penjualannya (selling)? Ya, ada pada upayanya mem-branding produk atau jasa.  Di era multimedia, pengakuan dan jaminan produk atau jasa lebih ditunjukkan oleh nama brand daripada rekomendasi personal dari seorang sales.

Peran salesman mobil bekas kini sudah banyak tergantikan oleh nama brand mobil itu sendiri. Pembeli dapat memilih mobil mana yang mau dibeli tanpa bantuan banyak dari salesman. Perubahan mendasar dari arti penting brand juga kita dapati dari perilaku membeli melalui internet. Konsumen dapat melakukan pembelian mobil melalui website tanpa melihat langsung fisik mobilnya atau mencoba mengendarainya.

WHAT IS A BRAND?

Esensi dari proses marketing adalah membangun brand dalam pikiran konsumen. Apa itu brand? Dalam pikiran konsumen, tidak ada perbedaan antara suatu perusahaan atau nama produk dengan nama brand. Artinya, konsumen bahkan lebih mementingkan nama brand-nya dibandingkan nama produk atau perusahaan yang membuatnya.

Proses marketing bisa dikatakan telah menjadi brand, dan kuat tidaknya suatu brand bergantung pada kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku membeli konsumen. Yang perlu diingat adalah nama brand di kemasan produk atau jasa merupakan hal yang berbeda dengan nama brand yang ada di pikiran. Anda dapat membangun brand dalam kategori apapun, seperti roti, susu, dan minuman. Ciptakan dalam pikiran prospek suatu persepsi bahwa tidak ada produk atau jasa di pasaran sebaik milik Anda.

Artikel/The Power of Brand/PDv/ vanda7.vr@gmail.com/0815